Gempa Tiga Tahun yang Lalu
Ditulis oleh rikamaia di/pada Mei 28, 2009
Gempa Tiga Tahun yang Lalu
Tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 27 Mei 2006, pukul 05.55 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah terjadi gempa tektonik berkekuatan 5,9 skala Richter. Letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia menjadikan Indonesia sering terkena gempa bumi.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan bahwa episentrum gempa terletak pada 110,31 derajat Lintang Selatan dan 8,26 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini menyebabkan lebih dari 6.000 (enam ribu) orang tewas, 33.000 (tiga puluh tiga ribu) luka berat, 12.000 (dua belas ribu) luka ringan, dan 7.000 (tujuh ribu) rumah roboh. Candi Prambanan dan makam Imogiri rusak parah. Bangsal Trajumas yang merupakan simbol keadilan yang berada di Kraton Yogyakarta runtuh.
***
Pupa, si Kupu-Kupu 5,9 Skala Richter
Namaku Pupa. Aku adalah seekor kupu-kupu. Semua binatang bahkan manusia memuji kedua sayapku yang indah. Meskipun demikian, aku tidak sombong. Aku selalu menyadari bahwa asalku hanyalah dari seekor ulat yang berubah menjadi kepompong. Dari kepompong inilah aku berubah menjadi kupu-kupu.
Aku tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aku hidup bersama ayah, ibu, dan tetangga. Kami, warga kupu-kupu, hidup rukun. Setiap hari kami terbang untuk mencari madu yang melekat pada bunga.
Pada tanggal 27 Mei 2006, saat jam menunjukkan pukul 05.55, saat ayah dan ibuku bersiap-siap mencari madu, tiba-tiba ada gempa berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik!
Gempa yang terjadi kurang dari satu menit itu menyebabkan ayah, ibu, sanak saudara, dan tetanggaku tiada. Aku yang saat itu masih berada dalam kepompong pasrah kepada Allah. Di detik-detik kepasrahanku tersebut, tiba-tiba dengan mudah aku bisa keluar dari kepompong! Goncangan gempa memudahkan diriku keluar dari kepompong! Subhanallah. Menjelmalah aku menjadi kupu-kupu yang siap terbang.
Seperti kalian ketahui, kupu-kupu yang masih ada dalam kepompong, selalu berjuang keras melewati lubang kecil dari kepompong agar bisa berubah menjadi kupu-kupu yang siap terbang. Kepompong yang menghambat merupakan cara Allah agar cairan dari tubuh mengalir ke dalam sayap-sayap sehingga sayap-sayap menjadi kuat, mekar, melebar, dan mampu menopang tubuh.
Kini aku tumbuh menjadi kupu-kupu. Aku bisa terbang kesana-kemari. Aku bisa mengetahui bahwa gempa berkekuatan 5,9 skala Richter yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006, jam 05.55 selama 57 detik, yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah merupakan gempa tektonik. Letak daerahku yang berada di antara 3 (tiga) lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia menjadikan tempat tinggalku sering terkena gempa bumi.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan bahwa episentrum gempa terletak pada 110,31 derajat Lintang Selatan dan 8, 26 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini menyebabkan 6.000 (enam ribu) orang tewas, 33.000 (tiga puluh tiga ribu) luka berat, 12.000 (dua belas ribu) luka ringan, dan 7.000 (tujuh ribu) rumah roboh. Candi Prambanan dan makam Imogiri rusak parah. Bangsal Trajumas yang merupakan simbol keadilan yang berada di Kraton Yogyakarta runtuh.
Kini, orang-orang menjuluki diriku dengan nama Pupa, si kupu-kupu 5,9 skala Richter. Nama itu melekat pada diriku karena saat ada gempa 5,9 skala Richter selama 57 detik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, aku diberi kekuatan dari Allah berupa kemudahan ketika aku berjuang keras melewati lubang kecil dari kepompong. Goncangan gempa menyebabkan aku mudah keluar dari lubang kepompong. Cairan tubuhku juga mencukupi untuk membuat sayap-sayapku kuat, mekar, melebar, mampu menopang tubuhku, sehingga aku bisa terbang. Aku tidak menyesali dengan semua ini. Meskipun aku kehilangan ayah ibu, sanak saudara, tetangga, dan sebagainya, aku selalu bersyukur kepada Allah.
Saya memohon kekuatan dan Allah memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat
Saya memohon kebijakan dan Allah memberi saya persoalan untuk diselesaikan
Saya memohon keteguhan hati dan Allah memberi saya bahaya untuk diatasi
Saya memohon cinta dan Allah memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong
Saya memohon kebaikan dan Allah memberi saya kesempatan-kesempatan
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan tetapi saya mendapatkan segala yang saya butuhkan
