Rika Maia

Hallo, Assalamu'alaikum. Welcome to my blog. Selamat datang.. "Pena lebih tajam daripada pedang"..

Pemberdayaan Perempuan Melalui Pemberian Kesempatan Akses Informasi Hak-Hak Kaum Ibu

Posted by rikamaia pada Desember 23, 2010

Pemberdayaan Perempuan Melalui Pemberian Kesempatan Akses Informasi Hak-Hak Kaum Ibu

 

Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari Ibu. Penetapan ini berdasarkan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959. Peristiwa ini diawali dengan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Organisasi perempuan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912. Adanya organisasi perempuan diilhami oleh perjuangan pahlawan perempuan seperti R.A. Kartini, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, dan lain-lain. Pada tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia III memutuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Setiap tanggal 22 Desember kita memberi ucapan selamat kepada ibu, menyalami ibu, mengirimkan kartu, memberi setangkai bunga, menggantikan peran ibu di rumah (memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya), memberikan hadiah, serta kegiatan sejenis.

Bentuk pemaknaan Hari Ibu dengan cara-cara di atas sesungguhnya merupakan peneguhan doktrin kaum perempuan sebagai subordinat kaum laki-laki. Domestifikasi kaum perempuan semakin ditekankan.. Kaum ibu sebagai pihak perempuan dikukuhkan sebagai posisi yang memiliki domain mengurus rumah tangga dan merawat anak-anak dan sebagai pelayan kaum bapak.

Pemberian hadiah-hadiah berbentuk di atas tadi tidak sepenuhnya salah. Hadiah-hadiah itu adalah hak ibu yang wajib kita berikan, meskipun seorang ibu tak pernah mengharap imbalan apapun dari kita.

Ibu adalah orang pertama yang berinteraksi dengan kita. Kelanjutan eksistensi kehidupan manusia ada pada seorang ibu. Kaum perempuanlah yang mengalami menstruasi, mengandung selama 9 (sembilan) bulan 10 (sepuluh) hari lalu melahirkan. Ada 4 kemungkinan yang akan terjadi ketika ibu melahirkan. Pertama ibu dan bayi selamat; yang kedua bayi selamat tetapi ibu meninggal; yang ketiga ibu selamat tetapi bayi meninggal; serta yang keempat ibu dan bayi meninggal. Ibu adalah orang yang mengasuh kita sejak dalam kandungan, menyusui kita, dan merawat sejak kita kecil sampai dewasa.

Laki-laki dianggap lebih memiliki tanggung jawab dari kaum perempuan karena dalam konstruksi sosial laki-laki dianggap sebagai kepala rumah tangga yang berkewajiban mencari nafkah. Laki-laki wajib mencari nafkah, masalah mengurus rumah tangga dan merawat anak dianggap sebagai takdir istri. Kaum perempuan, dianggap sebagai subordinat laki-laki. Mereka dianggap dianggap sebagai kanca wingking yang memiliki tugas domain mengurus tugas domestik rumah tangga, merawat anak, dan pekerjaan domestik lainnya.

Tanggung jawab yang disandang kaum perempuan sesungguhnya lebih berat daripada laki-laki. Disamping mencari nafkah karena tuntutan hidup, mereka juga harus mengurus rumah tangga, merawat anak-anak, mendidiknya, dan mendampingi suami.

Kaum perempuan tidak diberi kesempatan untuk memperoleh akses informasi yang benar tentang hak-haknya. Akses informasi ini sangat penting agar mereka bisa memahami bahwa kaum perempuan bukan sebagai subordinat kaum laki-laki dan untuk menghilangkan doktrin domesitifikasi kaum perempuan. Kaum perempuan bukan pelayan kaum laki-laki dan bukan pihak yang memiliki domain mengurus rumah tangga, tetapi pihak yang memiliki kontribusi berupa pemberdayaan.

Perayaan Hari Ibu harus mengambil semangat yang diilhami para pejuang kaum perempuan pada jaman dulu. RA Kartini telah berjuang menuntut hak emansipasi kaum wanita. Dewi Sartika dan Nyi Ahmad Dahlan berjuang lewat pendidikan kaum wanita. Perayaan Hari Ibu dijaman sekarang hendaknya diwujudkan dengan memberi kesempatan kepada kaum perempuan agar mereka memperoleh akses informasi yang benar tentang hak-haknya. Kaum perempuan harus memahami bahwa mereka bukan sebagai subordinat kaum laki-laki. Doktrin domestifikasi bagi perempuan harus dihilangkan. Pemberdayaan kaum perempuan harus diwujudkan.

Hak-hak perempuan sama dengan hak-hak laki-laki. Hak-hak tersebut adalah hak-hak azasi manusia. Hak-hak perempuan bisa diwujudkan jika hak-hak azasi manusia ditegakkan bersama-sama antara laki-laki dan perempuan. Takdir perempuan adalah menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Mengatur rumah tangga, merawat anak, dan mendidik anak merupakan tanggung jawab bersama antara laki-laki dan perempuan.

Pemberian kesempatan untuk akses informasi yang benar tentang hak-hak kaum perempuan diawali dari lingkungan keluarga. Suami harus memberi kesempatan kepada istri, agar sang istri bisa mengetahui bahwa ia memiliki hak-hak yang sama dengan kaum laki-laki. Pekerjaan domestik rumah tangga dan merawat anak-anak menjadi tanggung jawab laki-laki dan perempuan. Kesempatan akses informasi yang benar tentang hak-hak perempuan di tingkat lingkungan sosial terkecil ini merupakan awal terbentuknya pemberdayaan kaum perempuan.

Pelaksanaan pemberdayaan kaum perempuan akan membawa dampak yang positif, yaitu terwujudnya suatu kehidupan yang harmonis di lingkungan keluarga, masyarakat, dan berbangsa. Pemberdayaan perempuan sangat penting dalam kehidupan berbangsa ini. Perempuan adalah tonggak sejarah. Tanpa ada kaum ibu (perempuan) maka eksistensi kelanjutan manusia tidak akan pernah ada. Dari seorang ibu akan tercipta generasi-generasi penerus keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Karakter generasi-generasi penerus ini ada di tangan kaum ibu. Apakah akan terwujud sebuah generasi yang memiliki kontribusi positif atau akan terwujud generasi yang justru memiliki dekadensi dalam kehidupan? Pemberdayaan kaum perempuan niscaya diperlukan dalam pelaksanaan kelanjutan eksistensi manusia.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tips Belajar yang Efektif

Posted by rikamaia pada Desember 31, 2009

 Tips Belajar yang Efektif

 

Kita belajar:

10% : dari apa yang kita baca

20% : dari apa yang kita dengar

30% : dari apa yang kita lihat

50% : dari apa yang kita lihat dan dengar

70% : dari apa yang kita ucapkan

90% : dari apa yang kita ucapkan dan lakukan

Belajar yang efektif merupakan langkah menuju kesuksesan. Tetapi, banyak pelajar/mahasisiwa yang merasa kesulitan ketika mengerjakan ulangan, tes, atau ujian. Padahal, mereka sudah belajar di rumah malam harinya.

Tips belajar yang efektif:

  1. Buat rangkuman dengan bahasamu sendiri.
  2. Manfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai (bekas fotokopian, bekas pembungkus teh, kertas bekas kado, dan lain-lain). Gunakan kertas-kertas tersebut untuk merangkum bab yang kamu baca. Ketika merangkum, gunakan bahasamu sendiri.
  3. Pakai pensil/ bolpen warna-warni agar menarik konsentrasimu ketika belajar.
  4. Pemakaian stabilo juga dianjurkan untuk memperjelas bagian pokok.
  5. Buat diagram dan garis penghubung dalam rangkumanmu. Antara judul, bab, hingga subbab.
  6. Buat imajinasi ketika kamu menghubungkan kalimat.                     Misal: VOC berdiri tahun 1602. Cara menghafalnya: VOC berdiri tahun jinem ngendhog loro. Pada zaman Belanda ada warga bernama jinem yang lagi ngendog loro (1602). Jadi VOC berdiri tahun 1602
  7. Buat jembatan keledai terhadap kalimat yang harus dihafal.             Misal: Cara menghafal negara Asean ialah IMASI MUFIBRU BILA KAVI (Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Filipina, Brunnai Darussalam, Birma, Laos, Kamboja, Vietnam)

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar »

Kekuatan Cinta

Posted by rikamaia pada Desember 13, 2009

Kekuatan Cinta

Allah merasakan cinta dan kasih sayang yang bergemuruh di dalam diri manusia. Allah pun mengayominya dalam hidayah-Nya.

Bangkit di kala fajar dengan hati mengepakkan saya-sayap. Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta. Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari. Dan kembali di kala senja hari dengan puja yang menyesaki rongga hati. Lantas, engkaupun berangkat ke peraduan dengan secarik doa. Yang disalurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu. Yang diiringi seuntai irama pujan yang menghiasi bibirmu.

(Petikan dari Kahlil Gibran).

Cinta, bila dia memanggilmu ikuti kemana langkahnya sekalipun jalan terjal berliku. Bila sayapnya merengkuhmu, pasrah dan menyerahlah sekalipun pedang tajam di balik sayap itu melukaimu. Bila dia bicara dengarkan sekalipun kata-katanya buyarkan mimpimu.

(Petikan dari Kahlil Gibran)

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kekuatan Doa

Posted by rikamaia pada Desember 13, 2009

Kekuatan Doa

Allah tidak membutuhkan doa kita. Dengan doa, kita tidak menambah sesuatu kepada kebesaran dan kebaikan Allah. Doa diucapkan untuk keperluan kita sebagai pribadi dan secara kebersamaan. Doa diperlukan untuk keperluan seluruh kemanusiaan untuk kesadaran bahwa kita berdoa.

Tangan Allah selalu bekerja dengan cara yang tidak kita duga untuk akhirnya menguak semua tabir yang tertutup.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gema Kidung Memori

Posted by rikamaia pada Desember 2, 2009

Gema Kidung Memori

 

 Lemah gemulai tarianku menghiasi bumi pertiwi

Diiringi hangat mentari, semilir angin, goyangan genit rumput

Disaksikan hamparan sawah ladang, teduhnya hutan, jernihnya sungai, kokohnya pepohonan

 

Canda ria bocah-bocah di tanah lapang

Gembira dalam kebersamaan

Kebersamaan warga dalam suka dan duka

Dalam bingkai semesta alam nan elok

 

Kini

Lemah gemulai tarianku berganti menjadi ketidakberdayaan

Tanah lapang arena ekspresi canda tawa penuh kepolosan anak-anak musnah

Berganti menjadi gedung-gedung yang mencakar langit

Nyanyian alam yang asri berubah wujud menjadi hingar bingar

Kebersamaan warga hilang ditelan kesibukan-kesibukan

 

Wahai sang perubah

Siapa gerangan dikau?

 

Sang penyihir mampu membuat semua berubah

Sang penyihir yang berwujud kotak ajaib berkaca, bergambar, dan bersuara

Mampu menyihir sikap, sifat, moral, dan nurani

Dari sekedar tontonan menjadi sebuah tuntunan

Atas nama globalisasi  dan modernitas

Ditulis dalam Fiksi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Segitiga Bermuda

Posted by rikamaia pada November 4, 2009

Segitiga Bermuda

 

 Segitiga bermuda merupakan wilayah laut di samudera Atlantik di antara tiga titik, yaitu:

  1. Florida di Amerika
  2. kepulauan Bermuda
  3. San Juan di Puerto Rico

Wilayah laut ini penuh rahasia sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat terbang hilang di segitiga bermuda.

Di antaranya ialah Kapal Marie Celeste pada bulan November 1872 ditinggalkan secara mendadak oleh seluruh penumpangnya tanpa jejak.

Pada bulan Desember 1945 lima pesawat pembom AS hilang ketika sedang latihan rutin. Pesawat penolong yang mencari pesawat-pesawat itu juga hilang. Peristiwa ini desebut dengan Kisah Penerbangan 9.

Semua peristiwa di atas sampai sekarang belum bisa diketahui penyebabnya. Diperkirakan di segitiga bermuda tersebut ada pusaran air yang sangat besar yang mampu menyedot pesawat dan kapal di wilayah itu.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Bappeda Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 2009

Posted by rikamaia pada Oktober 20, 2009

Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Bappeda Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 2009

 

Telah berhasil menjadi juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Umum yang diselenggarakan oleh Bappeda Sleman -  Bidang Perencanaan Teknologi dan Kerjasama tahun 2009.

Semoga karya tulis ilmiah yang berjudul Literasi Teknologi Komputer di Sekolah sebagai Indikasi Kreativitas Teknologi Indonesia Bisa bermanfaat bagi semua pihak.

Lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-14 Tahun 2009.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar »

Gempa Tiga Tahun yang Lalu

Posted by rikamaia pada Mei 28, 2009

Gempa Tiga Tahun yang Lalu

Tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 27 Mei 2006, pukul 05.55 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah terjadi gempa tektonik berkekuatan 5,9 skala Richter. Letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia menjadikan Indonesia sering terkena gempa bumi.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan bahwa episentrum gempa terletak pada 110,31 derajat Lintang Selatan dan 8,26 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini menyebabkan lebih dari 6.000 (enam ribu) orang tewas, 33.000 (tiga puluh tiga ribu) luka berat, 12.000 (dua belas ribu) luka ringan, dan 7.000 (tujuh ribu) rumah roboh. Candi Prambanan dan makam Imogiri rusak parah. Bangsal Trajumas yang merupakan simbol keadilan yang berada di Kraton Yogyakarta runtuh.

***

Pupa, si Kupu-Kupu 5,9 Skala Richter

Namaku Pupa. Aku adalah seekor kupu-kupu. Semua binatang bahkan manusia memuji kedua sayapku yang indah. Meskipun demikian, aku tidak sombong. Aku selalu menyadari bahwa asalku hanyalah dari seekor ulat yang berubah menjadi kepompong. Dari kepompong inilah aku berubah menjadi kupu-kupu.

Aku tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aku hidup bersama ayah, ibu, dan tetangga. Kami, warga kupu-kupu, hidup rukun. Setiap hari kami terbang untuk mencari madu yang melekat pada bunga.

Pada tanggal 27 Mei 2006, saat jam menunjukkan pukul 05.55, saat ayah dan ibuku bersiap-siap mencari madu, tiba-tiba ada gempa berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik!

Gempa yang terjadi kurang dari satu menit itu menyebabkan ayah, ibu, sanak saudara, dan tetanggaku tiada. Aku yang saat itu masih berada dalam kepompong pasrah kepada Allah. Di detik-detik kepasrahanku tersebut, tiba-tiba dengan mudah aku bisa keluar dari kepompong! Goncangan gempa memudahkan diriku keluar dari kepompong! Subhanallah. Menjelmalah aku menjadi kupu-kupu yang siap terbang.

Seperti kalian ketahui, kupu-kupu yang masih ada dalam kepompong, selalu berjuang keras melewati lubang kecil dari kepompong agar bisa berubah menjadi kupu-kupu yang siap terbang. Kepompong yang menghambat merupakan cara Allah agar cairan dari tubuh mengalir ke dalam sayap-sayap sehingga sayap-sayap menjadi kuat, mekar, melebar, dan mampu menopang tubuh.

Kini aku tumbuh menjadi kupu-kupu. Aku bisa terbang kesana-kemari. Aku bisa mengetahui bahwa gempa berkekuatan 5,9 skala Richter yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006, jam 05.55 selama 57 detik, yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah merupakan gempa tektonik. Letak daerahku yang berada di antara 3 (tiga) lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia menjadikan tempat tinggalku sering terkena gempa bumi.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan bahwa episentrum gempa terletak pada 110,31 derajat Lintang Selatan dan 8, 26 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini menyebabkan 6.000 (enam ribu) orang tewas, 33.000 (tiga puluh tiga ribu) luka berat, 12.000 (dua belas ribu) luka ringan, dan 7.000 (tujuh ribu) rumah roboh. Candi Prambanan dan makam Imogiri rusak parah. Bangsal Trajumas yang merupakan simbol keadilan yang berada di Kraton Yogyakarta runtuh.

Kini, orang-orang menjuluki diriku dengan nama Pupa, si kupu-kupu 5,9 skala Richter. Nama itu melekat pada diriku karena saat ada gempa 5,9 skala Richter selama 57 detik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, aku diberi kekuatan dari Allah berupa kemudahan ketika aku berjuang keras melewati lubang kecil dari kepompong. Goncangan gempa menyebabkan aku mudah keluar dari lubang kepompong. Cairan tubuhku juga mencukupi untuk membuat sayap-sayapku kuat, mekar, melebar, mampu menopang tubuhku, sehingga aku bisa terbang. Aku tidak menyesali dengan semua ini. Meskipun aku kehilangan ayah ibu, sanak saudara, tetangga, dan sebagainya, aku selalu bersyukur kepada Allah.

Saya memohon kekuatan dan Allah memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat

Saya memohon kebijakan dan Allah memberi saya persoalan untuk diselesaikan

Saya memohon keteguhan hati dan Allah memberi saya bahaya untuk diatasi

Saya memohon cinta dan Allah memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong

Saya memohon kebaikan dan Allah memberi saya kesempatan-kesempatan

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan tetapi saya mendapatkan segala yang saya butuhkan

Ditulis dalam artikel, Fiksi | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

April Mop 2009 ~ Pesta/ Party

Posted by rikamaia pada April 3, 2009

April Mop 2009 ~ Pesta/ Party

 

1 April adalah April Mop

Saya tidak akan menjelaskan apa itu April Mop. Hampir semua orang pasti sudah tahu makna April Mop. Mungkin ada juga yang pernah bertindak sebagai pelaku April Mop atau justru menjadi korban iseng April Mop :-)

 

Tanggal 1 April 2009 ini saya akan memberitahukan bahwa kita akan melaksanakan pesta besar, seru, dan heboh pada tanggal 9 April 2009. Kita tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk melaksanakan pesta tersebut. Free for ladies and gentlement.

 

Kita cukup hadir dan membuat tanda centang/ contreng pada kertas suara yang disediakan. Selanjutnya, memasukkan kertas tersebut ke dalam kotak suara yang telah disediakan.

Seru kan….

 

:-)

 

Ya, pesta / party tersebut adalah Pemilu 2009.

Berita ini bukan April Mop yang sering memakan korban. Isi berita ini benar-benar akan kita laksanakan pada Kamis, 9 April 2009.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , , , , , , | 1 Komentar »

Selamat Tahun Baru: Happy New Year 2009

Posted by rikamaia pada Januari 2, 2009

                                            Selamat Tahun Baru: Happy New Year 2009

 

Setiap tanggal 1 Januari selalu diperingati sebagai tahun baru. Selandia Baru (New Zealand) yang beribu kota Wellington merupakan daerah yang paling awal mengalami pergantian tahun tersebut.

Bumi berotasi dari barat ke timur, jadi seakan-akan matahari nampak terbit dari timur dan tengggelam di barat.

Pada tanggal 21 Desember, sinar matahari bergerak dan berada di atas garis balik selatan, maka di belahan utara bumi terjadi musim dingin. Pada akhir Desember sampai awal tahun baru matahari masih berada di wilayah selatan. Inilah yang membuat daerah ini mengalami musim panas. Waktu siangnya terasa lebih panjang.

Ketika bumi berotasi dari barat ke timur maka tercipta putaran rotasi 24 jam. Bumi pun dibagi menjadi 24 zona waktu, masing-masing memiliki selisih satu jam.

Selisih waktu Yogyakarta dengan Wellington kurang lebih 5 jam. Ketika Wellington sudah mengalami detik-detik pergantian tahun baru, di Yogyakarta masih menunggu kurang lebih  5 jam lagi.

Pergantian tahun, beredarnya matahari, dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, merupakan ketetapan Allah SWT.

Ditulis dalam artikel | Bertanda: , | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.